Momen Keakraban di SMPN 4 Kedungbanteng : Saat Kepala Sekolah Turut Menikmati Keberkahan Program MBG

 






KEDUNGBANTENG – Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 4 Kedungbanteng tidak hanya membawa keceriaan bagi para murid, tetapi juga menciptakan momen unik yang mempererat hubungan antara pihak sekolah dan murid. Di tengah kelancaran distribusi makanan, sebuah cerita menarik muncul dari sisa porsi yang tidak terpakai.

Tantangan Logistik: Porsi Berlebih di Meja Kelas

Pada sebuah kesempatan di Januari 2026 ini, panitia distribusi makanan di SMPN 4 Kedungbanteng menghadapi situasi yang tidak biasa. Karena adanya beberapa murid yang berhalangan hadir atau tidak berangkat sekolah, terdapat surplus atau kelebihan porsi makanan yang cukup signifikan.

Tercatat, ada sekitar 15 porsi makanan bergizi yang tersisa dan tidak terdistribusi kepada murid. Agar makanan yang sehat dan kaya nutrisi ini tidak terbuang sia-sia (food waste), pihak sekolah segera mengambil langkah inisiatif yang spontan namun penuh kebersamaan.

Langkah Solusi: Undangan Makan untuk Sang Kepala Sekolah

Melihat adanya porsi berlebih, para petugas distribusi dan guru berinisiatif untuk membawa jatah MBG tersebut ke ruang pimpinan. Mereka meminta Kepala SMP Negeri 4 Kedungbanteng untuk turut serta menikmati menu yang sama dengan yang disantap oleh para muridnya.

Langkah ini diambil bukan hanya untuk menghabiskan sisa makanan, tetapi juga sebagai bentuk pengawasan langsung (quality control) oleh pimpinan sekolah terhadap kualitas rasa dan gizi makanan yang disajikan kepada murid setiap harinya.

Hasil: Kebahagiaan dalam Kesederhanaan Menu MBG

Suasana hangat pun tercipta. Kepala SMP Negeri 4 Kedungbanteng terlihat sangat bahagia dan lahap saat menikmati jatah makanan MBG tersebut. Menikmati menu yang sama dengan para murid memberikan perspektif langsung bahwa makanan yang disediakan pemerintah memang layak, lezat, dan mengenyangkan.

"Melihat Ibu Kepala Sekolah ikut makan dengan lahap, kami jadi semakin yakin bahwa program ini benar-benar berkualitas. Beliau terlihat sangat menikmati, sama seperti anak-anak di kelas yang bahkan ada yang tambah hingga dua porsi," ujar salah satu staf sekolah.

Kejadian ini membuktikan bahwa program MBG di SMPN 4 Kedungbanteng bukan hanya soal pemenuhan gizi, tapi juga soal transparansi dan rasa kekeluargaan. Ketika seorang pimpinan dengan bangga menyantap hidangan yang sama dengan muridnya, di situlah tumbuh kepercayaan bahwa setiap butir nasi yang diberikan adalah bentuk perhatian nyata bagi generasi penerus di Kedungbanteng.

Melalui sinergi ini, SMPN 4 Kedungbanteng optimis bahwa kesehatan fisik murid yang terjaga akan berbanding lurus dengan prestasi akademik yang gemilang.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Momen Keakraban di SMPN 4 Kedungbanteng : Saat Kepala Sekolah Turut Menikmati Keberkahan Program MBG"

Posting Komentar