KEDUNGBANTENG – Memasuki awal semester di tahun 2026, tantangan bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) tidaklah ringan. Di balik tugas utama mendidik, terselip tanggung jawab administrasi yang menuntut konsentrasi tinggi dan ketelitian ekstra. Menghadapi beban kerja yang padat, SMP Negeri 4 Kedungbanteng memiliki cara unik untuk menjaga kewarasan dan semangat timnya.
Tantangan: "Pening"
di Tengah Tumpukan Administrasi
Bagi seorang pendidik,
mengerjakan perangkat pembelajaran, laporan evaluasi, hingga administrasi
digital seringkali menguras energi fisik dan mental. Rasa jenuh dan pusing
akibat rutinitas ini jika dibiarkan dapat menurunkan produktivitas serta
kualitas pelayanan terhadap siswa. Fenomena ini disadari betul oleh keluarga
besar SMPN 4 Kedungbanteng sebagai hal yang perlu dicarikan solusinya.
Langkah Penyelesaian:
Inovasi Refreshing Singkat 30 Menit
Memahami pentingnya manajemen
stres, sekolah menerapkan langkah sederhana namun efektif. Di sela-sela waktu
setelah jam pulang sekolah—antara pukul 15.15 hingga 16.00 WIB—para
GTK menyisihkan waktu sekitar 30 menit untuk beristirahat sejenak dari layar
komputer dan tumpukan kertas.
Waktu singkat ini diisi dengan
kegiatan "Ngobrol Bareng dan Karaokean". Tanpa sekat
formalitas, para guru dan tenaga kependidikan berkumpul untuk sekadar berbagi
cerita ringan atau menyanyikan lagu-lagu favorit bersama. Kegiatan ini
dirancang sebagai mini-refreshing untuk melepas penat sebelum
mereka pulang ke rumah masing-masing atau melanjutkan sisa pekerjaan yang
tertunda.
Hasil: Energi Baru untuk
Melayani Siswa
Hasil dari inisiatif ini sangat
signifikan. Ruang guru yang tadinya tegang karena dikejar tenggat waktu
administrasi, kini berubah menjadi lebih cair dan penuh tawa.
Para GTK mengaku merasa jauh
lebih segar dan bersemangat kembali setelah melakukan sesi karaoke singkat
tersebut. Kebersamaan ini tidak hanya menghilangkan rasa pusing akibat beban
kerja, tetapi juga memperkuat soliditas dan kekeluargaan antar-staf.
"Dengan sedikit hiburan
musik dan obrolan santai, beban administrasi yang terasa berat jadi lebih
ringan. Kami kembali semangat untuk memberikan yang terbaik bagi murid-murid
keesokan harinya," ujar salah satu staf GTK SMPN 4 Kedungbanteng.
Melalui langkah kecil ini, SMP
Negeri 4 Kedungbanteng membuktikan bahwa GTK yang bahagia adalah kunci utama
bagi terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan berkualitas. Karena guru
yang bersemangat akan melahirkan murid-murid yang hebat.
Saran Tambahan:

Belum ada tanggapan untuk "Harmoni di Balik Administrasi: Cara Kreatif GTK SMPN 4 Kedungbanteng Menjaga Semangat Kerja."
Posting Komentar