KEDUNGBANTENG – Hari
pertama pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 4
Kedungbanteng pada Januari 2026 ini sempat diwarnai dengan laporan yang
mengejutkan. Seorang murid melaporkan adanya temuan ulat di dalam kotak makanan
yang sedang disantapnya. Kejadian ini segera direspons cepat oleh pihak sekolah
untuk memastikan keamanan pangan para siswa.
Kronologi Temuan: Laporan di
Hari Pertama
Antusiasme menyambut hari perdana
MBG awalnya berjalan sangat meriah. Namun, suasana sempat menegang ketika salah
satu siswa menemukan ulat kecil di makanannya. Mengingat standar kebersihan
yang sangat ketat dalam pengolahan makanan MBG, temuan ini menjadi prioritas
utama pihak sekolah untuk segera diselidiki.
Langkah Penyelidikan: Mencari
Akar Masalah
Pihak sekolah tidak tinggal diam.
Tim pelaksana program MBG di SMPN 4 Kedungbanteng langsung melakukan
penelusuran menyeluruh. Langkah awal adalah memeriksa sisa kotak makanan lain
yang belum dibuka serta meninjau proses pengemasan di dapur penyedia.
Hasil pemeriksaan menunjukkan
bahwa seluruh kotak makanan yang masih tertutup dalam kondisi steril dan sangat
bersih. Hal ini menimbulkan teka-teki mengenai dari mana asal ulat tersebut
jika bukan dari proses memasak.
Hasil Penemuan: Faktor
Lingkungan Tempat Makan
Setelah dilakukan observasi di
lapangan, akhirnya terungkap fakta yang sebenarnya. Siswa yang menemukan ulat
tersebut ternyata memilih untuk menyantap makanannya di luar ruangan, tepatnya
di bawah rimbunnya pohon ketapang yang ada di halaman sekolah.
Penyelidikan membuktikan bahwa
ulat tersebut berasal dari dahan pohon ketapang yang jatuh tepat ke arah kotak
makanan saat siswa sedang asyik makan dalam keadaan terbuka. Faktor lingkungan
terbuka di bawah pohon inilah yang menyebabkan ulat tersebut masuk ke dalam
makanan, bukan karena masalah higienitas pada proses produksi makanan.
Antisipasi dan Kebijakan Baru
Guna mencegah kejadian serupa
terulang kembali dan memastikan kebersihan makanan tetap terjaga hingga suapan
terakhir, pihak SMP Negeri 4 Kedungbanteng mengambil langkah antisipasi yang
tegas.
Mulai hari kedua dan seterusnya,
pihak sekolah mewajibkan seluruh siswa untuk menikmati jatah makan MBG
di dalam kelas masing-masing. Dengan makan di dalam ruangan, risiko
kontaminasi dari luar seperti debu, daun jatuh, maupun serangga dari pepohonan
dapat diminimalisir sepenuhnya.
"Kejadian ini menjadi
pelajaran berharga bagi kami. Kami ingin memastikan anak-anak makan dengan
nyaman dan bersih. Maka dari itu, kebijakan makan di dalam kelas kami terapkan
agar pengawasan lebih mudah dan kualitas makanan tetap terjaga dari gangguan
lingkungan luar," ungkap perwakilan pihak sekolah.
Dengan adanya klarifikasi ini,
para orang tua tidak perlu khawatir mengenai kualitas gizi dan kebersihan
program MBG di SMPN 4 Kedungbanteng, karena standar operasional prosedur (SOP)
kesehatan tetap menjadi prioritas utama

Belum ada tanggapan untuk "Meluruskan Temuan Ulat dalam Makanan MBG di SMPN 4 Kedungbanteng: Bukan dari Dapur, Melainkan dari Pohon Ketapang"
Posting Komentar